Sejak 2001, Yayasan Pantau membuka kelas untuk menulis panjang, mengikuti gerakan Tom Wolfe yang menggabungkan disiplin jurnalisme, riset dan daya pikat sastra. 

Sejak 1980an, suratkabar maupun website di Amerika banyak memakai elemennya ketika kecepatan video membuat media cetak tampil dengan laporan mendalam. Kini website The New York Times, The New Yorker, masuk ke format penulisan panjang. Ini belum lagi industri buku.  

Yayasan Pantau kembali buka kelas baru selama dengan 10 sesi. Setiap hari diadakan dua sesi –pukul 10-12 dan pukul 13-15– agar peserta tak terlalu lelah. 

Peserta adalah orang yang biasa menulis. Bisa wartawan, aktivis organisasi nirlaba, akademisi, dan terutama orang yang hendak menulis panjang. Peserta maksimal 15 orang.

INSTRUKTUR

Janet Steele, Budi Setiyono 

Senin, 17 Oktober 2022

Sesi Pertama: Pembukaan: perkenalan, membicarakan silabus dan membagi tugas. Diskusi tentang kemungkinan jurnalisme sastrawi untuk keperluan surat kabar, lebih praktis, serta sejarah dan perbedaan antara “new,” “literary” dan “narrative” journalism.

Bacaan: “The Girl of the Year” oleh Tom Wolfe; “Dua Jam Bersama Hasan Tiro” oleh Arif Zulkifli; “A Boy Who Was Like a Flower” oleh Anthony Shadid, “Bearing Witness in Syria: A Reporter’s Last Days,” oleh Tyler Hicks.

Sesi Kedua: Diskusi lanjutan tentang definisi jurnalisme sastrawi, dari Tom Wolfe hingga Mark Kramer, dan pengaruhnya pada perkembangan media di Amerika Serikat.

Tugas: Menulis tentang sebuah peristiwa yang disaksikan. Mulai dengan adegan, tanpa “penjelasan” berdasarkan karya Tom Wolfe “The Girl of the Year.” Topiknya bisa apa saja tapi yang bisa memikat pembaca untuk membaca narasi itu. Mohon tak membuat lebih panjang dari dua halaman, dua spasi agar semua peserta bisa mendapat bagian membacakan karyanya.

Selasa, 18 Oktober 2022

Sesi Ketiga: Diskusi tentang pekerjaan rumah.

Bacaan: “Sebuah Kegilaan di Simpang Kraft” oleh Chik Rini; sebagian dari buku “In Cold Blood” karya Truman Capote dan kliping dari harian The New York Times pada 1959 “Wealthy Family, 3 of Family Slain.”

Sesi Keempat: Diskusi tentang immersion reporting berdasarkan karya Truman Capote “In Cold Blood” serta membandingkannya dengan “Sebuah Kegilaan di Simpang Kraft.”

Tugas: Tulislah sebuah narasi dengan gaya orang pertama (“saya” atau “aku” atau “abdi” atau “gua” atau lainnya) untuk menggambarkan sebuah adegan. Gunakan model “Buru, Menziarahi Negeri penghabisan” oleh Amarzan Loebis, atau ”Bearing Witness in Syria,” oleh Tyler Hicks, dimana penulis memasukkan dirinya dalam laporannya. Bahan ini akan dibacakan di depan kelas. Panjang maksimal dua halaman, dua spasi.

Rabu, 19 Oktober 2022

Sesi Kelima: Diskusi tentang pekerjaan rumah yang dibuat berdasarkan “Buru, Menziarahi Negeri penghabisan” serta persoalan kata “saya.”

Bacaan: “Kehidupan Pengungsi Sampit di Pasar Keputran” oleh Marta Nurfaida, “It’s an Honor oleh Jimmy Breslin, “Buru, Menziarahi Negeri Penghabisan” oleh Amarzan Loebis.

Sesi Keenam: Diskusi tentang persoalan struktur narasi, dengan contoh ”Kehidupan Pengungsi Sampit di Pasar Keputran,” dan bagaimana memanfaatkan narasi dalam berita hangat (breaking news) dengan contoh “It’s an Honor” oleh Jimmy Breslin.

Tugas: Bikinlah deskripsi dengan padat. Manfaatkan indra penciuman, pendengaran, warna, gerakan, kasar-halus, kontras (lucu, aneh, menarik) dan sebagainya. Maksimal 500 kata.

Kamis, 20 Oktober 2022

Sesi Ketujuh: Diskusi soal jurnalisme dengan meninjau The Elements of Journalism karya Bill Kovach dan Tom Rosenstiel serta membandingkannya dengan praktik jurnalisme di Jakarta a.l. byline, firewall, advertorial.

Bacaan: “Sembilan Elemen Jurnalisme” dan “Internet, verifikasi, jurnalisme dan demokrasi: Elemen kesepuluh dalam Jurnalisme” oleh Andreas Harsono (Resensi buku The Elements of Journalism serta Blur karya Bill Kovach dan Tom Rosenstiel). Buku Sembilan Elemen Jurnalisme terjemahan karya Kovach dan Rosenstiel disediakan dalam paket.

Sesi Kedelapan: Deskripsi adalah trik penting dalam penulisan. Ia akan membuat argumentasi jadi menarik. Diskusi pekerjaan rumah.

Bacaan: Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat dan ”Frank Sinatra Has a Cold” atau terjemahannya “Frank Sinatra Kena Salesma” karya Gay Talese.

Tugas: Tugas akhir kursus ini adalah sebuah naskah panjang. Isu apa yang menarik perhatian Anda? Buatlah outline dengan argumentasi mengapa cerita itu menarik, tidak klise, bakal menyedot perhatian pembaca. 

Jumat, 21 Oktober 2022

Sesi Kesembilan: Diskusi menggali, mengembangkan, menajamkan ide laporan serta menemukan fokus dan angle. Diskusi pekerjaan rumah.

Bacaan: Seandainya Saya Wartawan Tempo oleh Goenawan Mohamad
Sesi Kesepuluh: Teknik wawancara dengan melihat teknik-teknik yang dikembangkan oleh International Center for Journalists. Warna sari, tanya jawab, penutupan.

Bacaan: “Tujuh Kriteria Sumber Anonim”, ”Ten Tips For Better Interview” , dan ”The Art of the Interview” oleh Eric Nalder.

by:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *