Semua

DALAM dua hukum utama soal penghinaan di Indonesia sebenarnya tak dikenal istilah “hoax”. Kitab Undang-undang Hukum Pidana 1918 dan Undang-undang Informasi dan Transaksi Internet 2008 memakai kata-kata: penghinaan, menyerang kehormatan atau nama baik, kejahatan pencemaran, dan fitnah. Ia dilakukan baik secara tertulis (termasuk gambar) maupun lisan. Hukuman tertinggi tujuh tahun penjara. Namun amandemen KUHP pada...
Tahun ini, kali kedua saya ikut menjadi juri Fetisov Journalism Awards di Jenewa. Ada 126 karya jurnalistik harus saya nilai dalam empat kategori: hak asasi manusia, lingkungan hidup, membongkar korupsi,dan usaha perdamaian. Pesertanya dari seluruh benua: Afrika, Asia, Amerika Latin, sampai Eropa. Hadiah ini dibuat oleh Gleb Fetisov, seorang dermawan dari Rusia. Fetisov semula ekonom...
Yayasan Pantau membuka kelas Jurnalisme Sastrawi XXIV di Jakarta pada 2-12 Juni 2020. Kelas tahunan ini berjalan sejak tahun 2001. Ia dirancang untuk wartawan, aktivis hak asasi manusia dan lingkungan hidup, blogger, maupun profesional lain, yang ingin menulis panjang. Janet Steele dan Andreas Harsono akan mengenalkan genre “New Journalism.” Ia menggabungkan disiplin jurnalisme, riset akademis...
Yael Sinaga dan Widiya Hastuti, dua wartawan muda dari Medan, meraih Penghargaan Oktovianus Pogau untuk keberanian dalam jurnalisme dari Yayasan Pantau. Sinaga dan Hastuti berani lakukan gugatan hukum terhadap rektor Universitas Sumatera Utara Runtung Sitepu, yang memberhentikan semua awak redaksi, thus membredel media mahasiswa Suara USU pada Maret 2019. Mereka kalah di pengadilan tata usaha...
Kembali "Masuk Islam" atau Hengkang Yayasan Pantau Tue, 19 January 2016 Human Rights Watch (HRW) meminta pemerintah Indonesia melindungi minoritas Ahmadiyah dari intimidasi dan ancaman pengusiran dari pemerintah daerah di Pulau Bangka. Baru-baru ini HRW mendapat salinan surat perintah Pemerintah Daerah Bangka pada warga Ahmadiyah untuk kembali ke ajaran Islam Sunni atau angkat kaki dari...
Beratnya Meliput Minoritas Imam Shofwan Tue, 16 September 2014 Apa yang mesti dilakukan wartawan ketika meliput minoritas?Ketika pasal-pasal, fatwa-fatwa, tokoh-tokoh pemerintah dan keamanan, para ulama mendukung diskriminasi terhadap minoritas. Dari "Bentrok" hingga "Sakit Jiwa" Haluan Padang memuat artikel berjudul Seminggu Ditahan, Aleksander Aan Minta diSyahadatkan, Januari lalu. Meidella Syahni, penulis artikel ini, membuat judul dari...
TNI/Polri Bertindak Brutal! Oktovianus Pogau Tue, 16 September 2014 Mereka mengeluarkan tembakan secara bertubi-tubi ke udara, termasuk ke arah peserta kongres. Bertindak secara brutal dan ganas tanpa sedikitpun kompromi. Rabu 19 Oktober 2011, sekitar puluk setengah empat WIT, sekitar 3.100 aparat gabungan dari TNI dan Polri bersenjata lengkap membubarkan secara paksa Kongres Rakyat Papua (KRP)...
Musim Penyiksaan Fahri Salam Tue, 16 September 2014 Bagaimana memandang rakyat biasa Papua dibunuh pelan-pelan di bawah pemerintahan Indonesia? SEHARI SEBELUM IA MENINGGAL, teman sekampusnya yang berumur lebih muda menjenguk dan melihat kondisinya yang mengenaskan. Perutnya membesar akibat luka dalam membengkak, kepala, tangan, dan kaki terlihat kecil. Ia tidur telentang di atas tikar dengan kaki...
Densus 88 Kembangkan Target Nivell Rayda Tue, 16 September 2014 Densus 88, unit khusus kepolisian dibentuk tak lama setelah bom bali pertama 2002. Mereka dilatih dan dapat banyak bantuan dari Amerika dan Australia untuk mengatasi terorisme. Di lapangan, ada fakta-fakta mereka tak hanya urus soal terorisme. Mereka juga mengurusi aksi-aksi damai warga yang menolak tambang...
Syariat Islam: Mimpi Buruk Kaum Minoritas Imam Shofwan Fri, 12 September 2014 Kekerasan terhadap minoritas agama banyak terjadi di daerah-daerah yang menerapkan syari′at Islam. Apa hubungannya? Pada Agustus 2002, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Bulan Bintang mengusulkan pencantuman Piagam Jakarta dalam UUD 1945. Mereka hendak memasukkan lagi tujuh kata dalam Pancasila:“Ketuhanan yang Maha Esa dengan...