Ketahui lebih banyak tentang riset yang diadakan oleh Yayasan Pantau.

Ketahui lebih banyak tentang kursus yang diadakan oleh Yayasan Pantau.

Ketahui lebih banyak tentang diskusi yang diadakan oleh Yayasan Pantau.

Ketahui lebih banyak tentang merchandise yang disediakan oleh Yayasan Pantau.

Tentang Pantau

Yayasan Pantau adalah badan hukum di Jakarta, berdiri pada 2003. Ia bergerak di bidang jurnalisme. Tujuannya, meningkatkan mutu jurnalisme di Indonesia. Kegiatan termasuk riset, pelatihan mapun penerbitan.

Siaran Pers

Surat-surat Mingguan tentang PersahabatanFahri SalamThu, 11 September 2014Buku Email dari Amerika adalah kumpulan surat mingguan yang ditulis Janet untuk harian Surya di Surabaya, dari 2007 hingga 2011, yang idenya muncul dari pertemanan antara ia dan Dhimam Abror, pemimpin redaksi Surya. Abror sudah tak lagi di Surya namun pertemanan mereka kekal. Sejatinya buku ini mengisahkan suatu...

Pantau
dalam angka!

Menjalin
kerja sama di
provinsi
Mengadakan
lebih dari
pelatihan
Menerbitkan
lebih dari
tulisan
Memiliki
lebih dari
alumni

Dukung kami dengan donasi demi kelancaran program kerja Pantau.

Oktavianus Pogau Award

Keberanian dalam jurnalisme serta keberpihakan pada orang yang dilanggar hak mereka membuat Yayasan Pantau menilai Oktovianus Pogau sebagai model bagi wartawan Indonesia yang berani dalam meliput pelanggaran hak asasi manusia dalam berbagai aspek.

winner-1548239_1920_scale-down

Testimoni

Banyak hal-hal baru tentang jurnalisme yang saya dapatkan ketika belajar di kelas Pantau. Dan kalimat yang saya amalkan hingga saat ini adalah, “Menulis itu butuh tahu dan berani!”.

Christopel Paino ( Jurnalis Mongabay Indonesia )

Mengikuti kursus narasi Yayasan Pantau membuat saya mampu membangun struktur berpikir yang runtut dalam menulis serta mengkritisi sebuah hal dari beragam sudut pandang.

Farchan Noor Rachman ( Travel Blogger )

Saya sukar untuk tidak berterima kasih pada Pantau dan orang-orangnya yang bernyali membawa Jurnalisme Sastrawi ke Indonesia. Lewat majalah, meski hanya beberapa tahun, Pantau membuka dunia baru bagi wartawan pemula, termasuk saya kala itu, untuk 'lompat tangga' dan menyusul jejak wartawan luar yang lebih dulu bersentuhan dengan narasi yang dalam dan penceritaan yang memikat. Lebih dari itu, sebenarnya, dengan aneka pelatihan penulisan yang berlangsung hingga hari ini, Pantau menegaskan kembali pentingnya terus belajar dan mengasah keilmuwan dalam dunia jurnalisme.

Alfian Hamzah ( wartawan INDOPRESS.ID )

Ikut kursus narasi Pantau, bukan hanya akan membuat kita lebih punya pengetahuan mengenai tehnik menulis yang lebih asyik. Kita juga akan lebih berani serta percaya diri dalam menulis.

Tunggal Prawesti ( Alumnis Kelas Narasi angkatan IX tahun 2010, Program Development Manager OPEN Hivos Asia Tenggara )

Para mentor Pantau tak hanya mendampingi selama sesi. Tapi juga bertahun-tahun sesudahnya. Saya sudah mengalami itu sejak 2011, sampai sekarang. Ya, sampai sekarang!

F Pascaries ( Alumnus Kelas Narasi angkatan XI tahun 2011. Sekarang jadi buruh tulis dan terjemahan, tinggal di Jakarta. )

Kursus Narasi Pantau adalah ruang perjumpaan berkualitas dari para penulis atau jurnalis yang ingin menambah bernas kualitas karyanya.

Leila Mona Ganiem ( Doktor Ilmu Komunikasi UI, Komisioner KKI, Dosen Magister Komunikasi, Waketum ISKI, Penulis )

Yayasan Pantau membuka kelas Jurnalisme Sastrawi XXIV di Jakarta pada 2-12 Juni 2020. Kelas tahunan...
Yael Sinaga dan Widiya Hastuti, dua wartawan muda dari Medan, meraih Penghargaan Oktovianus Pogau untuk...
Kembali "Masuk Islam" atau Hengkang Yayasan Pantau Tue, 19 January 2016 Human Rights Watch (HRW)...
Beratnya Meliput Minoritas Imam Shofwan Tue, 16 September 2014 Apa yang mesti dilakukan wartawan ketika...
TNI/Polri Bertindak Brutal! Oktovianus Pogau Tue, 16 September 2014 Mereka mengeluarkan tembakan secara bertubi-tubi ke...
Musim Penyiksaan Fahri Salam Tue, 16 September 2014 Bagaimana memandang rakyat biasa Papua dibunuh pelan-pelan...