Yayasan Pantau membuka kelas Jurnalisme Sastrawi XXIV di Jakarta pada 2-12 Juni 2020. Kelas tahunan ini berjalan sejak tahun 2001. Ia dirancang untuk wartawan, aktivis hak asasi manusia dan lingkungan hidup, blogger, maupun profesional lain, yang ingin menulis panjang.

Janet Steele dan Andreas Harsono akan mengenalkan genre “New Journalism.” Ia menggabungkan disiplin jurnalisme, riset akademis dan daya pikat sastra. Genre ini mensyaratkan liputan dalam namun memikat. Ia diadakan selama dua minggu di daerah Senayan, Jakarta dengan selang-seling teori dan praktek. Ia banyak kesempatan praktek menulis.

  • Pada 2000-2003 majalah Pantau memperkenalkan liputan mendalam yang memikat.
  • Ia menggabungkan disiplin jurnalisme, riset mendalam serta kepiawaian menulis.
  • Sejak 2001, Andreas Harsono, redaktur majalah Pantau, mengajak Janet Steele dari George Washington University, memperkenalkan genre ini di Indonesia.
  • Kini sudah dua dekade berjalan dengan kursus “jurnalisme sastrawi” dilakukan setiap tahun.
  • Peserta biasanya 18-20 orang per tahun.

Biaya

Biaya kursus Rp 3.5 juta per peserta yang digunakan untuk administrasi, modul kursus, buku. Yayasan Pantau menyediakan beasiswa khusus buat mahasiswa dan aktivis hak asasi manusia.

Instruktur

Janet Steele dari George Washington University, mengajar mata kuliah narrative journalism, menulis buku Wars Within: The Story of Tempo, an Independent Magazine in Soeharto’s Indonesia serta antologi Email dari Amerika. Buku terbarunya Mediating Islam, Cosmopolitan Journalisms in Muslim Southeast Asia.

Andreas Harsono dari Human Rights Watch, ikut mendirikan Aliansi Jurnalis Independen, Institut Studi Arus Informasi, International Consortium of Investigative Journalists, dan Yayasan Pantau, belajar jurnalisme bersama Nieman Foundation di Universitas Harvard, menyunting buku Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat serta menulis antologi “Agama” Saya Adalah Jurnalisme. Buku terbarunya, Race, Islam and Power: Ethnic and Religious Violence in Post-Suharto Indonesia.

Pendaftaran: Siti Nurrofiqoh +62-812-80090714

UPDATE

Yayasan Pantau memutuskan menunda pelaksanaan kursus ini berhubung wabah coronavirus di Indonesia maupun Amerika Serikat. Kami akan segera umumkan bila ada tanggal baru buat pelaksanaan kursus ini.