BERANDA
LIPUTAN
PROGRAM
MAJALAH
PROFIL
Diskusi Sejarah, Bangsa yang Belum Selesai
Admin Pantau
Thu, 11 September 2014

SETELAH dalam Diskusi Sejarah pertama Gerry van Klinken memberikan materi tentang cara pembacaan sejumlah dokumen primer kerusuhan Sampit, kini giliran Max Lane akan memberikan materi mengenai sejarah revolusi pada sebuah bangsa yang menurut Lane belum selesai.

Indonesia adalah bangsa yang belum selesai. Demikian tesis yang diajukan oleh Lane melalui bukunya yang baru-baru ini terbit "Bangsa yang Belum Selesai: Indonesia sebelum dan sesudah Soeharto." Indonesia merupakan negeri dan bangsa yang sebelum awal abad 20 tidak ada sama sekali. Indonesia adalah hasil kreatif rakyat-rakyat Nusantara, hasil gerakan dan watak lawan yang mulai pada awal abad 20.
Sebuah proses politik yang mengciptakan sesuatu yang sama sekali baru adalah sebuah revolusi. Sehingga sejarah Indonesia sebenarnya adalah sejarah sebuah revolusi. Bagaimana tahap-tahap dalam revolusi ini? Setiap revolusi ada kekuatan-kekuatan sosial-politik yang menjadi pelakunya? Siapa? Apakah revolusi nasional ini sudah selesai? kalau sudah selesai, kapan terjadinya itu? Kalau belum, apa yang belum selesai (dan apa yang sudah)? Bagaimana perbandingan pendekatan ini dengan pendekatan analisa sejarah yang lain?
Tema    : Bangsa yang Belum Selesai
Waktu   : Selasa, 28 Agustus 2007 (pukul 14.00 - 17.00 wib)
Tempat : Pantau, Jalan Raya Kebayoran Lama No 18 CD Jakarta Selatan (tempat terbatas, 20 peserta)
Max Lane adalah Indonesianis dan penerjemah karya-karya Pramoedya Ananta Toer. Ia sudah ke Indonesia sejak 1969, ketika usianya masih 17 tahun. Pernah bekerja sebagai pengusaha, diplomat, wartawan, guru SMA dan dosen di beberapa universitas. Ia meminati persoalan-persoalan sejarah, sosial, dan politik di negara-negara Asia Pasifik, terkhusus Indonesia.
Pemesanan tempat dan informasi lengkap hubungi:
Dayu Pratiwi
Pantau
Jalan Raya Kebayoran Lama Nomor 18 CD, Jakarta 12220
Phone. 021 – 7221031 Fax. 021 – 7221055
Cell. 0815 41009682 Email. dayu_pantau@yahoo.com
www.pantau.or.id

kembali keatas
Kursus Narasi XVIII
FacebookTwitter